KARUNA DAN LAUT

KARUNA DAN LAUT
Ombak terus menerjang, ia takkan pernah tau batasan.Gelombang selalu berputar, memulai terus menerus tanpa tau kapan berakhir. Alur dunia selalu mengejutkan, selalu terjadi di luar ekspektasi.Apa yang diharapkan belum tentu dengan apa yang didapatkan.karuna yang muncul bagaikan arumanika justru tertekan oleh awidya yang diiringi oleh dukkha. Banyak orang beropini bahwa karuna itu amerta atau tidak mati atau abadi. Tapi berbohong itu sifatnya bumi , tidak semua orang bisa merasakannya. Bukan tak memiliki hati tapi tak ada yang berhati padanya. Jarak yang dekat justru memperkeruh keadaan, tapi jarak yang jauh pun justru menyiksa.Sraddha itu sulit didapatkan, karena orang orang itu hanya memandangnya sebelah mata.karuna sebuah kebutuhan pokok, tanpa adanya akan banyak atman yang hancur,hilang arah begitu saja. Terkadang laut itu baik, cepat membawanya pergi tapi terkadang juga jahat, membawa pergi tapi tetap melekat dan tenggelam, bukan hilang. Justru api  itu baik hanya saja caranya yang kejam. Melebur lalu hilang berubah menjadi abu, baik bukan ?.
karuna hilang berubahlah menjadi melankiloa . Memang hanya 5 suku kata, tapi beribu perasaan yang bergantung padanya. Hanya itu yang tertinggal.
Aku butuh laut Untuk memendam seluruh lara. Tapi karuna terus membisikkan ku dan berkata "dimana kamu akan menemukanku? Hmm ?"